free invisible hit counter

Cara Budidaya Ayam Lokal

Friday, 5 September 2014Tips Berternak

Ternak Ayam ~ Ayam kampung sudah dibudidayakan semenjak usang sang wargaIndonesia terutama yg tinggal pada pedesaan dan di wilayah-daerah pinggiran kota (sub urban). Pemeliharaan dalam umumnya secara diumbar pada laman & di kebun kurang lebih tempat tinggal. Sebagian kecil rakyat mengusahakannya secara semi intensif & intensif. Pertarunga primer dalam budidaya ayam kampung secara intensif adalah mahalnya harga pakan yg memenuhi syarat kebutuhan ayam untuk tumbuh secara aporisma, ad interim produktifitas rendah. Konflik lain merupakan sulitnya memperoleh bibit yang unggul, lantaran memang belum poly yang mengusahakan bibit ayam lokal dalam jumlah akbar.

Bagaimanapun juga beragam syarat dan situasi lingkungan tempat tinggal, selama terdapat lahan pada lebih kurang rumah yang bisa dimanfaatkan buat memelihara ayam, kita bisa mengusahakannya menggunakan berbagai sistem, selama kita memiliki asa dan menyediakan waktu & tenaga buat memelihara ayam-ayam kita. Berikut Tata Cara Pemeliharaan Ayam dengan cara diumbar pada halaman tempat tinggal:

Himbauan pemerintah pada wargabuat mengandangkan ayam-ayamnya, ternyata tidak dapat dipenuhi seluruhnya, lantaran pertimbangan porto pakan. Oleh karenanya sistem pemeliharaan secara diumbar di laman masih poly ditemui pada lingkungan pedesaan. Sistem pemeliharaan dengan diumbar adalah sistem yang sangat sederhana tanpa terlalu poly pasokan (input) produksi terutama pakan, lantaran ayam bisa memperoleh sendiri pakannya berdasarkan lahan umbarannya. Kelemahan dari sistem ini adalah keamanan menurut predator dan penyakit disebabkan terjadinya hubungan menggunakan aneka macam macam ayam yang terdapat pada umbaran. Sistem ini merupakan sistem yang diadopsi oleh kebanyakan rakyat pada pedesaan, bahkan di lebih kurang pinggiran kota (sub urban) masih bisa kita temukan masyarakat memelihara ayam Kampung dengan sistem ini. Beberapa hal yg mungkin harus diperhatikan dalam memulai usaha tani ayam kampung menggunakan sistem diumbar adalah :Lingkungan, Jika kita tinggal di pedesaan menggunakan lingkungan page, kebun dan sawah yg masih relatif luas, maka pemeliharaan sistem diumbar masih memungkinkan, selama ayam-ayam tidak mengganggu tumbuhan pekarangan, kebun maupun padi pada sawah. Lingkungan yang baik merupakan lingkungan yg bisa menyediakan pakan (biji-bijian seralia, rumput, serangga, cacing, kodok kecil & sebagainya) sepanjang hari.Bibit Ayam, Untuk unit terkecil satu famili kecil yang sudah disibukan menggunakan pekerjaan usahatani tumbuhan pangan, Paling sedikit lima ekor ayam betina dewasa belia baru bertelur sekali, umur 7-9 bulan, sehat, lincah, penampilan tegap, bulu halus mengkilap, mata bening dan bundar , nir sukamematok betina lain (kanibal) dan tidak pernah terserang penyakit menular. Paling sedikit 1 ekor jago dewasa mampu kawin berumur 1-dua tahun, sehat, lincah, penampilan tegap, bulu halus mengkilap mata bening & bundar , tidak mematok betina didekatnya dan nir pernah terjangkit penyakit menular. Bibit ayam yang idealnya bisa diperoleh berdasarkan tetangga (kalau terdapat) agar sudah terbiasa menggunakan lingkungan baru di page kita. Namun bila diperoleh jauh, menurut pasar contohnya, maka diharapkan beberapa penanganan persiapan sebelum dilepas. Penanganan ini sangat dianjurkan selain buat memperkuat ketahanan tubuh ayam, juga buat mencegah penularan penyakit terhadap lingkungan baru.Perkandangan, Untuk ayam-ayam yang diumbar, usahakan disediakan kandang loka berteduh dari terik mentari , guyuran air hujan dan bermalam. Ukuran sangkar tergantung jumlah ayam dan luasan huma tersedia. Kandang tadi terbuat menurut dinding bambu dengan atap rumbia, genteng atau seng, kemudian diberi pintu yg dilengkapi menggunakan kunci. Sangkar tempat bertelur & mengeram berdiameter 40 cm harus disediakan cukup buat sejumlah ayam induk yg dipelihara; terlindung menurut air hujan dan terik matahari. Lantai sangkar umumnya diisi menggunakan tangkai padi kering atau rumput kemarau.Pakan Dan Air Minum, Ayam-ayam yg diumbar umumnya tidak pernah diberi pakan spesifik lantaran diharapkan pakan diperoleh dari kurang lebih lahan umbaran, namun bila ada modal, anugerah pakan sederhana di pagi hari sangat baik. Pakan yg seringkali diperoleh di lahan umbaran terdiri berdasarkan residu-residu bijian misalnya gabah, beras, jagung, nasi bekas, serangga, cacing, kodok, rumput. Adapun yg biasa diberikan hanyalah residu-residu dapur dan jika terdapat diberi seduhan dedak padi halus bercampur menir. Air minumpun buat sistem pemeliharaan umbaran mudah tidak pernah disediakan, karena ayam-ayam bisa mencari sendiri sinkron dengan kebutuhan. Penyediaan air tawar bersih disekitar sangkar sangat dianjurkan terutama dalam cuaca terik.Cara Pemeliharaan, Untuk memudahkan sosialisasi, ayam-ayam sebaiknya diberi indikasi atau umumnya kita mengenali menurut ciri-karakteristik tampilannya. Meskipun sedikit sekali pasokan (input) yang disediakan buat kehidupan ayam kampung diumbaran, perlindungan terhadap cuaca dingin, hujan dan/ atau terik mentariperlu dilakukan buat mempertahankan daya tahan tubuh ayam, sebagai akibatnya tidak mudah sakit atau tewas, lantaran sakit & kematian ini adalah faktor yg sangat merugikan mengingat jumlah pemilikan nisbi sedikit.