free invisible hit counter

Cara Budidaya Fungi Merang Menggunakan Media Kardus

Budidaya Jamur Merang jua tergolong nir sulit. Panen sudah bisa dilakukan terhadap tubuh buah yg belum sepenuhnya berkembang. Meski demikian tubuh butir fungi yang telah membuka payungnya pula masih sanggup dikonsumsi meski harganya akan cenderung menurun.

Pada tulisan kali ini akan kita bahas mengenai cara budidaya jamur merang dengan media kardus. Tulisan ini adalah kelanjutan berdasarkan tulisan sebelumnya mengenai cara budidaya jamur tiram yang telah dipublikasikan di blog Karo Cyber.

Cara Budidaya Jamur Merang menggunakan Media Kardus

Meski pada umumnya Jamur Merang dibudidayakan dalam media merang, namun akhir-akhir ini media penanaman jamur ini cenderung dilakukan didalam media kardus. Hal ini dilakukan karena di wilayah perkotaan biasanya akan kesulitan mencari bahan standar merang.

Selain mudah didapatkan kardus pula memiliki keunggulan lain menjadi loka budidaya fungi merang. Adapun kelebihannya, yaitu relatif dengan hanya menyobek bagian kardus, dan lalu direndam dengan air kapur selama 5 hari, maka media kardus sudah siap dimasukkan kedalam lumbung atau rak. Selain itu fungi yang dibudidayakan melalui media kardus akan menghasilkan fungi yang lebih kenyal & aromanya pula lebih wangi & dengan rona yg lebih putih.

Berikut merupakan cara budidaya Jamur Merang dengan media Kardus selengkapnya, dimana tahapan-tahapan budidaya dimailai dari pembuatan kumbung, Penanaman, Perawatan, hingga Panen.

A. Persiapan Tempat Budidaya Jamur Merang

Umumnya kumbung dibuat dari rangka bambu. Dinding bisa dibentuk dari bambu atau sanggup juga menggunakan plastik agar biayanya semakin murah, sementara untuk bagian atap bisa digunakan rumbia. Ukuran kumbung yg paling ideal merupakan lebar 4 meter, panjang 6 meter, dan tinggi tiga,5 meter. Didalam kumbung dapat diisi dengan dua baris rak penanaman dengan masing-masing panjang lima meter & lebar 80 centimeter & terdiri dari 4-lima taraf.

Usahakan agar tempratur pada ruangan kumbung selalu terjaga, yaitu antara 28-35 drajat celsius. Dalam hal menjaga tempratur ini, maka didalam kumbung bisa dipasang lampu.

dua. Pembuatan Media Rak dengan Ukuran 2 M2

Bahan yg dipakai adalah kardus dan ditambah dengan adonan-campuran lainnya misalnya berikut:Pupuk NPK berfungsi menjadi unsur hara makro primer buat merangsang pertumbuhan pada fase awal atau pertumbuhan vegetatif misalnya pertumbuhan akar.Petroganik.Dedak halus, sbg kuliner yang diperlukan buat pertumbuhan fungi.Kapur, buat menetralisasi kardusTepung beras ketan ( Merk Ros Brand )Bonggol pisang ( akar pohon pisang )Limbah sayuran menurut tanamankubis, bungkol, pecsai, caisin, & kangkung. (minta aja di pasar perdeo soalnya pada buang)Arang sekam, menjadi pelapis akhir media, berfungsi menstabilkan suhu loka tumbuh jamur

Komposisi bahan-bahan yg dibutuhkan pada sebuah rak dengan ukuran 2 M2 merupakan menjadi berikut:Bibit lima botolKardus 20 kgBekatul atau dedak halus 5 kgKapur 5 kgArang sekam 25 kgBonggol pisang Batu / Pisang Klutuk lima kg ( Kalau Tidak ada Ganti Buncis )Limbah sayur 10 karungPupuk NPK seperempat kg.Petroganik 1 kg

Sebelum penanaman dilakukan, maka hal-hal yg perlu dilakukan terhadap kardus yang telah disedikan merupakan sebagai berikut:

Sobek-sobek kardus hingga berukuran lima-10 cmrendam kardus dengan larutan kapur (lima kg kapur pada air hingga semua kardus terendam) bak kolam berukuran 4×6 m yg dibentuk dari terpal plastik, taburkan pupuk NPK 1/4dalam rendaman. Biarkan hingga lima hari.Potong-pangkas bonggol pisang & limbah sayuran sampai menjadi potongan kecil.Hancurkan bibit fungi dari botol, campurkan dgn tepung beras ketan.

B. Penanaman Jamur Merang

Ketika media atau tempat budidaya telah selesai dipersiapakan, maka selanjutnya yang perlu diketahui merupakan tahapan-tahapan yang harus dialukan dalam penanaman Jamur Merang, yaitu sebagai berikut:Taburkan residu kapur sebagai dasar mediaTuangkan media kardus yang telah ditiriskan ke atas rak pada kumbung. Bentuk media tadi menjadi gundukan-gundukan dengan 30×30 cm dan tinggi 10 cm. tiap rak berjejer dua baris gundukantaburkan 1/2 bagian campuran limbah sayuran & bonggol pisanLapisi pulang gundukan dengan media kardus setinggi 10 centimeter, lalu taburkan residu dedak atau bekatul, bonggol pisang dan limbah sayuran. Media tanam terdiri berdasarkan 2 lapisan media.Lakukan pasteurisasi buat mensterilkan media dan ruangan dalam kumbung. Dengan memasukkan uap panas (bersuhu 60-70 derajatC) selama 6-8jam. Untuk output yang lebih baik, ulangi pemanasan uap ini menggunakan suhu yg sama selama 4 jam. Saat dilakukan pasteurisasi, kumbung ditutup rapat.(caranya pada sebelah kumbung di pasang dua drum yg diberi air yg dipanaskan, uapnya dialirkan dalam kumbung, buat berhemat bahan bakar air ditambah sedikit-sedikit)Turunkan suhu hingga 30 derajatC menggunakan membuka ventilasi kumbung.Tanam bibit jamur di media (dua botol /m2). Sebagian sebagian bibit dibenamkan dalam gundukan media. Sisanya ditaburkan merata di atas semua permukaan media.Taburi dengan arang sekam yg sudah dicampur dengan air dan pupuk organik biogan(nir gunakan biogan juga nir apa2)Tutup rapat media yang sudah ditanami dengan plastik transparan.

C. Pemeliharaan Jamur MerangSuhu ruang dijaga 28-35 derajatCPada hari kelima, dalam pukul 00.00-06, buka plastik epilog media & jendela kumbung. Lalu semprot dengan 10 liter air cucian beras yang dicampur dengan 10 tutup biogan dengan donasi hand sprayerSelanjutnya setiap hari plastik dibuka selama 10 mnt buat menjaga sirkulasi udara. Dan atur supaya dalam pukul 07.00-11.00 siang sinar surya masuk pada kumbung

Jamur telah dapat dipanen setelah berumur 10-14 hari sejak penanaman. Penen bisa dilakukan setiap hari hingga tumbuhan berumur sebulan. Jamur merang dipanen sebelum mengembang, yaitu kancing masih pada termin stadium telur.