free invisible hit counter

Cara Budidaya Ikan Kerapu & Cara Berbudidaya Yg Baik

Cara Budidaya Ikan Kerapu – Pada Kesempatan kali ini kami akan menaruh warta bagi sobat semuanya mengenai Ikan Kerapu. Perhatikan warta yang kami sampaikan dibawah ini menjadi pengetahuan anda semua dalam berbudidaya. Semoga dapat bermanfaat & menjadi motivasi buat anda dalam berusaha.

Ikan kerapu nama latinya Epinephelus yg umumnya pada kenal dengan istilah group dan merupakan keliru satu komoditas perikanan yang memiliki peluang baik dipasarkan domestik ataupun pasar internasional. selain peluang yg baik hargannya pun cukup tidak mengecewakan tinggi. Budidaya ikan kerapu ini berpotensi menguntungkan sekali karena pertumbuhannya cepat dan dapat di produksi massal buat melayani permintaan pasar ikan kerapu dalam keadaan hidup, lantaran lebih menjanjikan penjualan ikan segar. cara membudidayakan ikan kerapu adalah teknik yang harus dipelajari terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan. pada bawah ini kami akan membahas bagaimana cara budidaya ikan kerapu supaya menguntungkan yg kami ambil berdasarkan beberapa referensi website yang telah membahas tentang budidaya ikan kerapu tadi.

Sebelum kita mulai membudidayakn ikan kerapu harus kita ketahui dahulu metode yg digunakan pada budidaya ini adalah manipulasi lingkungan. buat merangsang terjadinnya perkawinan antara jantan dengan induk betina matang kelamin dipakai metode manipulasi lingkungan di bak yg terkontrol. teknik pemijahan menggunakan manipulasi lingkunan ini sudah dikembangkan berdasarkan pemijahan ikan kerapu pada alam, yaitu dengan rangsangan atau kejutan faktor faktor lingkungan misalnya suhu, kadar garam, kedalaman air dan masih poly faktor yang mendukung. dalam pemijahan ikan kerapu ini mengikuti fase perederan bulan dalam ketika bulan jelas atau bulan gelap. Pemilihan Induk Ikan kerapu

Induk ikan kerapu yg pada pijahkan dipelihara pada bahari dalam kurungan apung dengan padat penebaran induk 7,5 – 10 kg/m tiga. pakan yg diberikan berupa ikan rucah segar berkadar lemak rendah. diluar pemijahan ikan, takaran pakan yg diberikan sebanyak tiga-5% berdasarkan total berat badan ikan per hari. sedangkan dalam isu terkini pemijahan diturunkan sebagai 1% disamping itu diberikan jua vitamin E menggunakan dosis 10-15 mg per ekor dalam seminggu. Pemijahan Ikan Kerapu

Induk kerapu matang kelamin dipindahkan ke bak pemijahan yang sebelumnya telah diisi air bahari higienis menggunakan ketingian 1,lima m dan salinitas + 32 �. Manipulasi lingkungan dilakukan menjelang bulan gelap yaitu menggunakan cara meningkatkan dan menurunkan bagian atas/tinggi air setiap hari. Mulai jam 09.00 sampai jam 14.00 permukaan air diturunkan hingga kedalaman 40 cm dari dasar bak. Setelah jam 14.00 permukaan air dikembangkan ke posisi semula (tinggi air 1,5 m). Perlakuan ini dilakukan terus menerus hingga induk memijah secara alami. Rangsangan hormonal induk kerapu matang kelamin di suntik menggunakan hormon Human Chorionic Gonadotropin (HGG) dan Puberogen buat merangsang terjadinya pemijahan. Takaran hormon yg diberikan adalah :

HGG 1.000 – dua.000 IU/kg induk  Puberogen 150 – 225 RU/kg induk Pengamatan pemijahan ikan dilakukan setiap hari sehabis senja hingga malam hari. Pemijahan umumnya terjadi pada malam hari antara jam 22.00 – 24.00 WIB. Diduga animo pemijahannya terjadi 2 kali bulan Juni -September dan bulan Nopember – Januari. Jika diketahui telah terjadi pemijahan, telur segera dipanen & dipindahkan ke bak penetasan.bak pemeliharaan larva.Penetasan Telur Ikan Kerapu

Bak yang dipergunakan untuk penetasan telur sekaligus pula adalah bak pemeliharaan larva, terbuat menurut beton, berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 4 x 1 x 1 m� . Tiga hari sebelum bak penetasan/bak pemeliharaan larva digunakan, perlu dipersiapkan dahulu dengan cara dibersihkan & dicuci hamakan memakai larutan chlorine (Na OCI) 50 – 100 ppm. Setelah itu dinetralkan dengan penambahan larutan Natrium thiosulfat hingga bau yang ditimbulkan oleh chlorine hilang. Air bahari dengan kadar garam 32 � dimasukkan ke dalam bak, satu hari sebelum larva dimasukkan menggunakan maksud agar suhu badan stabil berkisar antara 27 – 28�C. Telur output pemijahan dikumpulkan menggunakan sistim air mengalir. Telur yang dibuahi akan mengapung dipermukaan air & berwarna jernih (transparan). Sebelum telur ditetaskan perlu direndam pada larutan 1 – 5 ppm acriflavin buat mencegah serang bakteri. Padat penebaran telur pada Bak Penetasan berkisar 20 – 60 buah/liter air media. Ke pada bak penetasan perlu ditambahkan Chlorella sp sebesar 50.000 -100.000 sel/mililiter buat menjaga kualitas air. Telur akan menetas pada saat 18 – 22 jam sesudah pemijahan dalam suhu 27 – 28�C & kadar garam 30 – 32 �.

Pemeliharaan Larva Ikan Kerapu

Larva kerapu yg baru menetas mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur. Pakan ini akan dimanfaatkan sampai hari ke dua (D2) selesainya menetas & selama kurun saat tersebut larva nir memerlukan menurut luar. Umur 3 hari (D3) kuning telur mulai terserap habis, perlu segera diberi pakan dari luar berupa Rotifera Brachionus Plicatilis menggunakan kepadatan 1 – 3 ekor/ml. Disamping itu ditambahkan juga Phytoplankton chlorella sp menggunakan kepadatan antara 5.10 – 10 sel/mililiter. Pemberian pakan ini sampai larva berumur 16 hari (D16) menggunakan penambahan secara bertahap sampai mencapai kepadatan 5 – 10 ekor/ml plytoplankton 10 – dua.10 sel/ml media. Pada hari kesembilan (D9) mulai diberi pakan naupli artemia yang baru menetas menggunakan kepadatan 0,25 – 0,75 ekor/mililiter media. Pemberian pakan naupli artemia ini dilakukan hingga larva berumur 25 hari (D25) menggunakan peningkatan kepadatan sampai mencapai dua – 5 ekor/ml media. Disamping itu dalam hari ke tujuh belas (D17) larva mulai diberi pakan Artemia yg telah berumur 1 hari, lalu secara bertahap pakan yang diberikan diubah menurut Artemia umur 1 hari ke Artemia setengah dewasa dan akhirnya dewasa sampai larva berumur 50 hari. Skema jenis & pemberianpakan larve kerapu dapat dipandang pada Gambar 3. Pemberian pakan menggunakan cincangan daging ikan mulai dicoba dalam waktu metamorfosa larva paripurna menjadi benih ikan kerapu.

Larva yang baru menetas terlihat transparan, melayang-melayang & gerakannya nir aktif dan tampak kuning telur dan oil globulenya. Larva akan berubah bentuk menyerupai kerapu dewasa sesudah berumur 31 hari.

Adapun perkembangan larva kerapu dari umur 1 hari (D1) hingga umur 31 hari (D31) bisa dicermati pada tabel di bawah ini. 

Larva baru menetas transparan, melayang & nir aktif.

Timbul bintik hitam di ketua dan pangkal perut.

Timbul calon sirip punggung yg keras dan panjang.

Timbul calon sirip punggung yg keras & panjang.

Duri memutih, bagian ujung agak kehitaman

Sebagian duri mengalami reformasi dan patah, pada bagian ujung tumbuh sirip awal lunak

Sebagian larva yg pertumbuhannya capat sudah berubah menjadi burayak (juvenil), bentuk dan warnanya sudah menyerupai ikan dewasa.

Masa kritis kedua dijumpai pada ketika larva berumur 8 hari (D8) memasuki umur 9 hari (D9), dimana pada saat itu mulai terjadi perubahan bentuk tubuh yang sangat panjang dan spesifik, hingga pada hari ke 20 (D20) larva berkembang dengan baik & belum menerangkan adanya tanda-pertanda kematian, akan tetapi memasuki hari ke 22 (D22), 23 (D23) sebagian berdasarkan larva baik yan masih kecil juga yang sudah besarmulai nampak adanya kematian. Diawali dengan adanya gerakan memutar (whirling) yg tidak terkendali kemudian terbalik kemudian mati. Pada kasus tadi diupayakan dengan cara merubah pakan Artemia menggunakan kandungan W3 HUFA yang lebih tingi. Dari masalah ini tentunya dapat diajukan suatu hepotesa ad interim bahwa kurannya unsur tertentu pada larva kerapu pada waktu yang cukup lamaakan mensugesti syarat fisik & kelangsungan hayati larva.Pengolahan Kualitas Air

Bak penetasan telur yang sekaligus merupakan bak pemeliharaan larva perlu dijaga kualitas airnya menggunakan penambahan phytoplankton Chlorella, menggunakan kepadatan lima.10 3 – 10 4 sel/ml. Phytoplankton akan meminimalisir pembusukkan yg disebabkan oleh telur yang tidak menetas dan residu cangkang telur yang ditinggalkan. Pembersihan dasar bak menggunakan cara penyiponan dilakukan pada hari pertama dengan maksud untuk membuang residu-residu telur yg tidak menetas & cangkang telur. Penggantian air dilaksanakan pertama kali dalam ketika larva berumur 6 hari (D6) yaitu sebesar 5 – 10%. Penggantian air dilakukan setiap hari & dengan bertambahnya umur larva, maka volume air yang perlu diganti juga semakin poly. Pada waktu larva telah berumur 30 hari (D30) pengganti air dilakukan sebanyak 20% dan bila larva telah berumur 40 hari (D40) air yg diganti sebesar 40%. Prosentase pengantian air selama pemeliharaan larve kerapu bisa dicermati dalam gambar 4.