free invisible hit counter

Cara Budidaya Ikan Nila (pembenihan Sampai Panen)

Post Views:

9,649

Peluang Usaha – Di banding jenis lainnya, nila termasuk ikan yang memiliki masa pertumbuhan lebih cepat. Selain itu pula gampang beradaptasi dan berkembang biak di daerah mana saja.

Pada habitat asli, ikan ini hayati di rawa-rawa, sungai air tawar, waduk & danau. Nila mempunyai nilai kandungan gizi tinggi dan mampu di konsumsi oleh siapa saja.(Tahapan) cara budidaya ikan nila

Bukan itu saja, budidaya ikan nila pula sangat gampang di lakukan apabila telah memahami teknik dan caranya. Nilai hemat output panennya tergolong tinggi, lantaran dagingnya yang empuk bisa pada olah sebagai berbagai jenis kuliner menggunakan cita rasa yang begitu nikmat.

Baca jua:  Begini caranya budidaya fungi tiram paling sempurna

Siklus dari masa tebar benih sampai masa panen tergolong singkat, hanya butuh waktu antara 3 hingga 6 bulan saja. Nah, berikut di bawah ini langkah-langkah yg wajibAnda persiapkan:1. Menyiapkan kolam

Jenis kolam yang dapat pada pakai sebagai tempat budidaya ikan merupakan kolam semen (beton), tanah, kolam terpal, air payau & jaring apung. Di antara beberapa pilihan tadi, sebagian besarpeternak lebih senang memilih kolam tanah.

Biaya pembuatannya sangat mudah dan nir membutuhkan pengeluaran terlalu tinggi.

Kolam tanah merupakan lokasi perkembangbiakan beberapa jenis fauna dan tumbuhan alami. Keduanya merupakan sumber pakan alami yg sangat cantik buat ikan nila. Kondisi tadi akan memberi keuntungan lain bagi peternak, Lantaran dapat mengurangi ongkos belanja pelet atau pakan protesis.

Sebelum budidaya ikan nila di jalankan, ada beberapa tahapan persiapan yg harus Anda garap.

Pertama, dasar kolam ikan di keringkan secara alami selama 3 hingga 7 hari sinkron intensitas sinar mentariyg masuk ke kolam.

Proses penjemuran dapat pada akhiri waktu tanah di dasar kolam telah mulai retak atau pecah-pecah tetapi ketika pada injak masih meninggalkan bekas injakan kaki sekitar 1 hingga dua centimeter. Jadi tidak usah terlalu usang sampai tanah sebagai keras misalnya batu.

Dari pengeringan, lanjut ke proses pembajakan memanfaatkan cangkul dengan kedalaman sekitar 10 cm. Melalui pekerjaan ini, seluruh jenis kotoran, kerikil & sampah lainnya akan tersingkir menurut kolam, termasuk endapan lumpur hitam yang tak jarang menyebabkan aroma busuk.

Endapan ini adalah residu pakan ikan tertinggal berdasarkan siklus budidaya ikan nila sebelumnya. Jadi buat kolam baru dan pertama kali pada pakai, umumnya nir terdapat endapan yg perlu pada bersihkan.Kadar keasaman kolam

Lantaran itu, kolam harus pada netralkan melalui pengapuran dengan kapur pertanian atau dolomit. Dosisnya wajibsesuai dengan tingkat keasaman tanah.

Untuk tanah yang pH-nya 6, pada butuhkan 500 kilogram kapur buat lahan kolam seluas 1 ha. Jika pH-nya sekitar 5 sampai 6, perlu menggunakan kapur sebesar 500 hingga 1500 kg. Jika pH tanah lebih rendah lagi, misalnya 4 hingga lima, butuh 1 hingga tiga ton dolomit.

Kapur pertanian atau dolomit tadi wajibdi kocok lebih dulu hingga merata sebelum Anda tabur ke dasar kolam. Saat di tabur, dolomit sebisa mungkin masuk ke bagian atas tanah sampai dengan kedalaman sekitar 10 cm.

Setelah itu pisahkan kolam balikselama 2 atau tiga hari agar dolomit dapat lebih meresap, lalu lanjutkan menggunakan pemupukan. Pupuk dasar yang pada gunakan buat kolam merupakan pupuk organik misalnya kandang atau kompos.

Tujuan menurut penggunaannya adalah buat menyuburkan tanah kembali. Selain itu, untuk memberi nutrisi bagi flora & hewan renik yang nantinya jadi asal pakan alami ikan.

Adapun dosisnya, per 1 ha butuh 1 sampai 2 ton. Setelah di tebarkan secara merata, kolam di abaikan sekali lagi selama 1 hingga 2 minggu.

apabila pada rasa perlu. bisa kita masukkan pupuk kimia jenis urea berdosis 50 sampai 70 kg per hektar & pupuk TSP sebesar 25 sampai 30 kg serta pisahkan 1 atau dua hari.

Setelah semuanya beres, kolam bisa pada genangi air sedikit demi sedikit atau sedikit demi sedikit. Pada awal permulaan, air yang di alirkan ke dalam kolam relatif sekitar 10 atau 20 cm saja kemudian abaikan selama tiga hingga 5 hari.

Tujuannya agar cahaya mentarisanggup masuk hingga dasar kolam. Dengan cara seperti ini, ganggang & organisme air pula dapat tumbuh sempurna. Berikutnya, isi kolam menggunakan air lagi hingga mencapai ketinggian lebih kurang 60 sampai 75 centimeter.2. Memilih dan menebar benih

Memilih benih adalah salahsatu tahapan terpenting pada budidaya ikan nila lantaran hal ini jadi faktor penentu atas keberhasilan panen. apabila ingin memperoleh output panen yg lebih optimal, kami sarankan buat memilih benih ikan nila yang jenis kelaminnya jantan.

Alasannya, ikan ini bisa tumbuh lebih cepat pada bandingkan nila betina. Bahkan prosentasenya mencapai 40%. Bukan itu saja, nila yang menggunakan konsep monosex atau berkelamin sama justru lebih produktif ketimbang konsep adonan.

Nila adalah jenis ikan yang mempunyai karakter gampang kawin atau memijah. Jadi waktu 2 jenis kelamin di jadikan satu pada kolam yang sama, tenaga yg di miliki ikan cepat habis terpakai waktu masa kawin. Dampaknya merupakan, pertumbuhan tubuh ikan akan terhambat bahkan tidak bisa gemuk.

Membedakan benih antara jantan dan betina bukanlah pekerjaan sulit. Ikan jantan mempunyai alat kelamin runcing dan menonjol. Tubuhnya terlihat lebih pipih bila pada lihat menurut arah samping. Perutnya berwarna kemerahan atau kehitaman & di bagian dagunya berwarna hitam mengkilap. Selain itu gerakannya lebih militan daripada nila betina.

Untuk nila betina, indera kelaminnya berbentuk lonjong dan mempunyai 3 jenis lubang ugenital yaitu dubur, lubang urine dan lubang untuk mengeluarkan telur.

Bentuk tubuhnya cenderung bundardan memanjang. Warna pada bagian perut dan dagu putih transparan. Gerakan tubuhnya lebih lambat pada banding nila jantan.

Setiap 1 meter persegi kolam bisa Anda pakai buat menebar bibit sebanyak 15 hingga 30 ekor. Tapi sebelum pada lakukan, harus ada proses adaptasi agar sanggup pada pilih jenis mana yang bisa hayati & beradaptasi menggunakan tempat asal kolam.

Sehingga resiko adanya kematian benih ikan bisa kita tekan atau pada minimalisir.

Benih usahakan di pilih menggunakan ukuran antara 3 hingga 5 cm. Benih ikan sehat pada tandai menggunakan rona cerah, gerakan lincah & selalu memberi respon yang sangat aktif saat pada beri pakan.

Tekniknya, wadah yg telah berisi benih kita masukan ke pada kolam & abaikan hingga selama beberapa jam.

Setelah itu buka wadahnya dan miringkan supaya ikan sanggup masuk dalam kolam dengan sendirinya. Biasanya ikan yang tidak dapat beradaptasi menggunakan syarat kolam akan kembali lagi ke pada wadah.3. Pemeliharaan

Ada beberapa tahapan pemeliharaan dalam budidaya ikan nila sampai memasuki masa panen. Tahapan pertama yg paling krusial adalah pengaturan air. Tujuannya agar ikan mampu tumbuh secara maksimal .

Kualitas air dalam kolam harus terus Anda pantau. Misalnya apabila kandungan oksigen dalam kolam mengalami penurunan karena mempunyai kandungan H2S & NH2 yg lebih tinggi. Hal ini terjadi saat air kolam memunculkan aroma busuk dan menyengat.

apabila muncul indikasi-indikasi seperti itu air wajibsegera pada ganti. Keluarkan air berdasarkan kolam sekitar sepertiganya, lalu aliri menggunakan air baru. Selain itu pada kondisi normal, pergantian air permanen pada lakukan menggunakan debit 1 liter per dtk buat kolam seluas 100 meter persegi.

Tahapan pemeliharaan berikutnya yaitu anugerah pakan.

Jenis pakan terbaik pada budidaya ikan nila adalah pelet berkandungan protein sebanyak 20 hingga 30%. Hewan tersebut setiap hari butuh asupan pakan sekitar 3% berdasarkan berat tubuhnya.

Pakan ini dapat Anda tebar pada kolam setiap pagi & sore hari.4. Pecegahan penyakit & hama

Nila adalah jenis ikan bertenaga dan tahan banting. Meski demikian, bila di pelihara dalam jumlah banyak, resiko munculnya serangan penyakit permanen akan ada. Secara garis akbar, ada dua macam penyakit yang mampu menyerang ikan nila yaitu penyakit infeksi & non infeksi.

Untuk penyakit jenis infeksi, bersifat menular namun bisa kita cegah melalui beberapa metode dan cara. Misalnya memasang filter atau penyaring dalam saluran sanitasi, dapat mengurangi tingkat kepadatan pemeliharaan & isolasi terhadap ikan-ikan yg telah terlanjur terkena agresi penyakit.

Baca pula:  Cara mudah budidaya ikan lele pada kolam tanah

Sedangkan buat penyakit bersifat non infeksi, tak jarang muncul lantaran beberapa sebab. Misalnya kualitas air yg tidak sehat, teknik hadiah pakan nir sahih, keracunan dan faktor genetika.

Kemudian buat hamanya, yang paling seringkali pembudidaya temukan dan mempunyai efek tidak cantik terhadap budidaya ikan nila antara lain adalah notonecta. Masyarakat awam tak jarang menyebut agresi ini menggunakan kata beberasan. Serangan hama ini menimbulkan bintik-bintik rona putih seperti beras.

Pemberantasannya, merupakan dengan memakai minyak tanah & siramkan ke kolam.