free invisible hit counter

Cara Budidaya Kedelai

Kelompok Tani Kuncung Sari ( Blok Karangsari ) Desa Kedungbenda, Kontur tanah dalam umumnya nisbi rata dengan ketinggian 70-75 mdpl. Sebagian besararea terdiri berdasarkan tanah ladang berlempung (kata setempat: Derik) yang dipakai buat budidaya pertanian tanah kemarau & sebagian lagi buat pemukiman penduduk.

Sedang di lembah sungai Klawing memanjang berdasarkan batas desa Bokol di sebelah timur laut hingga wilayah barat laut yg di sebut Karangsari pada biasanya terdiri berdasarkan sawah dan ladang tadah hujan.

Pada animo hujan petak-petak sawah di Karangsari ditanami padi sawah, sedangkan ladangnya ditanami padi gogo, jagung, atau kacang tanah secara tumpangsari. Air dalam isu terkini hujan didapat menurut tampungan air hujan atau pengairan teknis Kali Kacangan (dahulu berdasarkan Banjarcahyana, tetapi seringkali nir kebagian sang desa lain lantaran letaknya paling ujung berdasarkan saluran irigasi).

Pada ekspresi dominan kemarau pastinya tidak terdapat air hujan atau air irigasi, sebagai akibatnya pertanian tidak dapat dikerjakan. Agar bisa menanam palawija seperti cabe merah/keriting, kedelai, terong, kacang tanah, kacang panjang, kacang tholo, mentimun, jagung sayur, singkong, atau tanamanlainnya yg cocok dalam demam isu kemarau, petani berinisiatif menaikan air sungai Klawing dengan cara menyedot memakai pompa bertenaga mesin bensin atau mesin diesel.

Pertanian Karangsari kerap sebagai percontohan dan sebagai juara. Bahkan huma produktif yang dikelola gerombolantani Kuncungsari dalam tahun 2007 menjadi Juara II taraf Provinsi Jateng pada Lomba Agribisnis Budidaya Komoditas Kedelai. Produk kedelai berdasarkan Desa Kedungbenda dipakai untuk mencukupi pasar lokal Purbalingga.

Hasil Pertanian Karangsari bermutu baik, selain lantaran didukung sang tanah fertile menurut limpahan sedimen sungai Klawing (Jawa=bladher), gambaran sinar mentaricukup, angin tidak terlalu kencang, hama pertanian bisa terkendali, juga pupuk yang dipakai adalah pupuk kandang ternak sapi atau kambing dari rumah masing-masing dengan jumlah relatif melimpah.

Budidaya Tanaman kedelai adalah tumbuhan budidaya yang termasuk dalam grup flora pangan. Kedelai termasuk dari keluarga leguminosa yang banyak dimanfaatkan menjadi bahan standar pembuatan tempe, memahami, susu & lain sebagainya. Kedelai memiliki prospek bisinis yang cantik mengingat nilai ekonomisnya yang tinggi dan kebutuhan didalam negeri yg terus meningkat. Hingga saat ini Indonesia belum sanggup berswasembada kedelai dan untuk memenuhi kebutuhan akan kedelai masih di impor berdasarkan luar negeri. Peluang ini seharusnya dimanfaatkan supaya Indonesia nir selalu bergantung menggunakan negara lain, sebab kita mempunyai lahan yang luas, subur & mempunyai iklim yang cocok untuk budidaya kedelai.

Di Indonesia kacang kedelai memiliki sebutan yg beraneka ragam, misalnya kacng kuning, kacang bulu, kedele, kacang jepung, demokam, gedela & lain sebagainya.

Cara Menanam Kedelai Syarat Tumbuh

Tanaman kedelai bisa tumbuh dalam berbagai jenis tanah dengan drainase & aerasi tanah yang relatif baik. Pada tanah yg miskin unsur hara (tandus) kedelai masih bisa tumbuh dengan syarat diberi pupuk organik, pupuk sangkar & pengapuran. Tanaman kedelai memerlukan pengairan yang cukup selama masa pertumbuhan. Curah hujan ideal antara 100 – 200 mm/bulan dengan temperatur antara 25 – 27 derajat celcius. Budidaya kedelai paling baik dilakukan pada ketinggian 0 – 900 mdpl menggunakan sinar mentaripenuh, minimal 10 jam/hari. Persiapan Lahan

Lahan buat budidaya kedelai dibajak atau dicangkul terlebih dahulu supaya tanah sebagai gembur. Kemudian dibentuk saluran-saluran air agar flora tidak tergenang waktu animo hujan. Saluran air / drainase dibuat setiap 5 – 6 meter dengan kedalaman & lebar disesuaikan dengan syarat huma. Tanaman kedelai dalam lahan yang tergenang akan tumbuh kerdil & tidak sanggup berproduksi menggunakan baik. Taburkan dolomit jika pH tanah rendah & taburkan pupuk sangkar atau kompos bila lahan kurang fertile atau tandus. Bisa juga ditambahkan menggunakan pupuk TSP, KCL & Urea menggunakan perbandingan dua : 1 : 1. Persiapan Benih

Agar mendapatkan output yang maksimal , usahakan benih yg dipakai merupakan benih unggul bersertifikat. apabila ingin menciptakan benih sendiri, pilihlah benih berdasarkan tumbuhan yg sehat dan memiliki produktifitas tinggi. Benih kedelai yg baik merupakan benih yg dihasilkan berdasarkan tanamanyg berumur cukup tua & sehat. Kebutuhan benih berkisar 40 – 50 kg/hektar. Penanaman

Sebelum ditanam usahakan benih diberi insektisida dan fungisida terlebih dahulu agar benih terhindar berdasarkan agresi hama & jamur. Campurkan 100 gram insektisida & 100 gr fungisida dengan 10 kg benih. Insektisida yang dipakai merupakan insektisida yg berbentuk tepung, misalnya metindo atau lannate. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal, dengan jeda tanam 40 x 25 cm atau disesuaikan dengan taraf kesuburan tanah. Setiap lubang diisi menggunakan dua-tiga benih lalu ditutup tipis dengan tanah. Penanaman yg baik dilakukan sehabis hujan turun atau pada ketika tanah pada kondisi basah. Pemeliharaan & PerawatanPengairan

Tanaman kedelai sangat peka terhadap kekurangan air. Fase pertumbuhan yg sangat membutuhkan air adalah pada awal pertumbuhan vegetatif yaitu umur 15 – 21 hari setelah tanam, dalam fase pembungaan yaitu umur 25 – 35 hari sesudah tanam & pada fase pengisian polong yaitu umur 55 – 70 hari sehabis tanam. Pada fase-fase tadi tanamankedelai sangat membutuhkan air & wajibdilakukan pengairan bila nir turun hujan.Penyiangan

Gulma atau rumput liar yang tumbuh disekitar tanamankedelai perlu dilakukan penyiangan. Jika tidak tumbuhan kedelai akan terganggu pertumbuhannya lantaran terjadi persaingan dalam mendapatkan nutrisi.Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan perlu dilakukan supaya tanamankedelai nir kekurangan unsur haranya. Namun bila kondisi tanahnya sangat subur, pemupukan susulan tidak perlu dilakukan. Taburkan urea pada fase pertumbuhan, dan pada fase pembungaan hingga fase pembentukan biji/polong berikan pupuk yang mengandung unsur phospor dan kalium, contohnya TSP dan KCL. Dosis yang digunakan diadaptasi dengan taraf kesuburan tanah. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang tak jarang menyerang tanamankedelai antara lain lalat bibit/lalat kacang (Ophiomya phaseoli tryon), lalat buah, ulat grayak, oteng-oteng, ulat penggulung daun, ulat jengkal, penggerek butir, ulat butir, dan penggerek daun. Pengendalian dapat dilakukan menggunakan sanitasi huma & penyemprotan insektisida tepat target.

Penyakit yg seringkali menyerang tumbuhan kedelai antara lain karat daun, busuk batang, busuk akar, layu dan bercak daun. Pengendalian dapat dilakukan dengan memperhatikan sanitasi & kebersihan lahan dan penyemprotan dengan fungisida. Panen

Kedelai dapat dipanen muda menjadi kedelai panaskan atau dipanen tua setelah biji matang. Kedelai harus dipanen dalam ketika yang sempurna, yaitu selesainya biji atau polong benar benar sudah matang atau tua. Ciri-karakteristik kedelai yg sudah siap panen merupakan daun menguning & gampang rontok, polong biji mengering & berwarna kecoklatan. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong btg / menyabit dengan sabit. Pemanenan dengan cara mencabut btg nir dianjurkan, lantaran dapat mengurangi kesuburan tanah.