free invisible hit counter

Cara Budidaya Kodok

tiga. JENIS Rana Macrodon (kodok hijau), yg berwarna hijau & dihiasi totol-totol coklat kehijauan dan tumbuh mencapai 15 centimeter. Rana Cancrivora (kodok sawah ), hidup pada sawah-sawah & badannyadapat mencapai 10 cm, badan berbercak coklat dibadannya.Rana Limnocharis (kodok rawa), mempunyai daging yang cita rasanya paling lezat, ukurannya hanya 8 cm.Rana Musholini (kodok batu/super besar). Hanya terdapat di Sumatera, terutama Sumatera Barat. mencapai berat 1.lima kg. Dan panjang mencapai 22 centimeter.

Daging kodok merupakan asal protein hewani yg tinggi kandungan gizinya. Limbah kodok yg tidak digunakan sebagai bahan kuliner manusia bisa digunakan untuk ransum binatang ternak, misalnya itik dan ayam. Kulit kodok yang telah terlepas berdasarkan badannya bisa diproses sebagai kerupuk kulit kodok. Kepala kodok yang telah terpisah bisa diambil kelenjar hipofisanya & dimanfaatkan buat merangsang kodok dalam pembuahan protesis. Daging kodok dipercaya bisa menyembuhkan beberapa penyakit.Ketinggian lokasi yg ideal buat budidaya kodok merupakan 1600 dpl.

Tanah tidak terlalu miring namun & tidak terlalu datar, kemiringan ideal 1-lima%, merupakan pada jarak 100 m jarak kemiringan antara ujung-ujungnya 1-5

m.Air yg jernih atau sedikit tercampur lumpur tersedia sepanjang masa. Air yang jernih akan memperlancar proses penetasan telur.Kodok mampu hidup pada air yang bersuhu 2–35 drajat C. Suhu ketika penetasan telur adalah anata 24–27 derajat C, menggunakan kelembaban 60–65%.Air mengandung oksigen sekitar lima-6 ppm, atau minimum 3 ppm. Karbondioksida terlarut nir lebih menurut 25 ppm.Dekat menggunakan sumber air & diusahakan air bisa masuk & keluar menggunakan lancar & bebas menurut kekeringan dan kebanjiran.

Persiapan Sarana dan Peralatan

Dalam proses pembuatan kolam, tidak boleh hanya menggali atau menimbun saja melainkan wajibmenggabungkan keduanya sebagai akibatnya akan menerima bentuk dan konstruksi kolam yang ideal. Untuk memasukkan air ke pada kolam dibutuhkan saluran yg konstruksinya dibuat menurut pasangan bata merah atau batako yg diperkuat dengan semen & pasir. Bentuk berdasarkan saluran ini biasanya trapesium terbalik dan pada beberapa tempat pemasukan air ke kolam dibuat kobakan miniuntuk menjebak air agar mudah masuk kedalam kolam-kolam. Kolam yang dibutuhkan antara lain: kolam perawatan kodok, kolam penampungan induk sebelum dikawinkan, kolam pemijahan, kolam penetasan, kolam perawatan kecebong, kolam pembesaran percil dan kolam pembesaran kodok remaja. Kebutuhan kolam ini masih ditambah menggunakan kolam pemeliharaan calon induk.

Luasnya 15 meter persegi dengan ukuran tiga x 5 m, yg terdiri menurut dinding tembok 0,40 m & dinding kawat plastik dengan tinggi 1 m, lantainya terbuat menurut semen & bata yang terdiri menurut 2/tiga bagian kolam terisi air dengan tinggi 10-15 cm & 1/tiga bagian kering.

Kolam dibuat dari semen dan diatasnya dinding kawat plastik. Kedalaman air di kolam ini sekitar 0,30–0,40 m dan ditengahnya dibuatkan daratan. Padat pemeliharaan 15 ekor setiap meter perseginya, dengan perbandingan tiga betina dan satu jantan. Supaya lebih nyaman, sebaiknya lantai daratan tengah tidak berlumpur, dan kolam ditanami enceng gondok. sediakan kuliner berupa ikan mini, ketam dan bekicot Masa kawin ditandai dengan bunyi merdu. Tak usang lalu, telur mereka mengambang di air kolam & segera dipindahkan ke kolam penetasan.

Kolam penetasan dibuat beberapa buah, menurut tembok dengan air sedalam 30 cm & air mengalir atau diberi aerasi yang luas. Luas kolam seluruhnya 10 m² .

Terdiri berdasarkan beberapa kolam yang masing-masing luasnya berkisar anta lima m² – 6 m² , menggunakan dasar lantai terbuat berdasarkan semen.

Di kolam ini kodok yang dipelihara berumur kurang dari 2 bulan. Dibuat beberapa buah dengan masing-masing luasnya 15 m², menggunakan dinding tembok & dawai. Lantai miring menggunakan wilayah air 1/3 bagian menggunakan kedalaman 15–35 Cm.

Pada kolam ini kodok sudah berusia antara dua–6 bulan. Kolam yg diharapkan terdiri berdasarkan 2, dengan masing masing luas kira–kira 20 m² ,

dengan konstruksi dasar & dinidng tembok & dawai. Kedalaman air yang diperlukan antara 30–40 Cm.

Bila lantai dasar kolam terbuat dari tanah, dasar kolam diolah dan dicangkul-cangkul & ditebari pupuk sampai dianggap siap huni. Kolam dibiarkan dulu tidak terpakai selama sebulan. Selama itu kolam dimasukkan air, didiamkan & dikeluarkan berulang-ulang. Persiapkan indera-indera buat membuat hujan buatan, baik dari drum bekas juga dengan menggunakan springkel lantaran buat proses perkawinan kodok umumnya terjadi pada masa

penghujan. Sebaiknya kolam ditanami teratai, eceng gondok, genjer & ganggang yg berfungsi buat loka biang kodok bercumbu rayu & menempelkan telurnya dan mempertinggi kualitas air kolam & meningkatkan kandungan oksigen.

Untuk pembudidayaan kodok yg poly dicari merupakan menurut jenis kodok banteng Amerika (Bull frog), diamping cita rasanya lezatjuga beratnya bisa sampai 1,lima kg. Bisa juga jenis kodok batu dari Sumatera Barat yang sampai saat ini belum dibudidayakan secara optimal, karena masyarakat masih mengambilnya

menurut alam. Adapun kondisi ternak yg baik adalah bibit dipilih yg sehat dan matang kelamin. Sehat, nir stigma, kaki nir bengkok & normal kedudukannya, serta gaya berenang seimbang. Pastikan kaki kodok nir mengidap penyakit kaki merah ( red legs ).

Pemilihan Bibit & Calon Induk

Pilihlah kodok yg sehat dan berukuran besar . Disamping itu perhatikan pula indikasi-indikasi kelamin sekundernya. Pisahkan induk menurut jenis

kelaminnya. Pemisahan dilakukan lebih kurang 1–2 hari dimaksudkan buat lebih merangsang nafsu diantara mereka bila saatnya mereka dipertemukan. Untuk induk-induk yang hendak dikawinkan sebaiknya diberikan makanan cincangan daging bekicot yang masih segar dan kuliner protesis lainnya.

Perawatan Bibit dan Calon Induk

Induk jantan & betina berumur 4 bulan disuntik perangsang pertumbuhan Gonadotropin intramuskular dengan takaran 200-250 IU/ekor/bulan.

Induk jantan & betina yang sudah dipisah selama 1-dua hari disatukan di kolam pemijahan. Ikan liar dapat mengganggu hasil pemijahan. Perhatikan agar telur kodok tidak ikut terbuang air pembuangan. Di sore atau pagi hari dalam ketika suhu mulai menurun, barulah kita perlu membantu kelancaran proses pemijahan, yaitu menggunakan membuat hujan buatan.

Cara terkini buat memijahkan kodok merupakan menggunakan cara sistem kawin suntik menggunakan ekstrak kelenjar hipofisa buat merangsang kodok agar kawin sinkron ketika yang kita inginkan. Dengan sistem ini kita sanggup mengintensifkan pembenihan, mengurangi kematian, merawat telur-telur kodok yg sudah dibuahi dalam loka tersendiri, memberi agunan bahwa telur-telur akan terbuahi sang sperma seluruhnya dan nir

memerlukan hujan buatan. Penyuntikan dalam tubuh betina lazimnya pada punggung, rongga perut & bagian ketua. cara penyuntikan dalam rongga perut banyak dipilih.

Kodok yg hendak disuntik ditampung dalam akuarium yang diberi sedikit air & ditutup dengan dawai kasa buat memudahkan penangkapan. kodok-kodok tadi telah cukup umur dan dalam keadaan matang telur. Saat penyuntikan kodok dibalut menggunakan kain hapa agar tidak meronta.

Kodok yg telah disuntik kemudian dilepas pada akuarium lain dan dipantau setiap jam. Setelah 12 jam, kodok tadi disuntik pulang supaya mereka mampu bertelur seluruhnya. Setelah yg betina dua kali disuntik dan memperlihatkan akan bertelur, maka kita mempersiapkan testis menurut induk jantan. Sperma dimuntahkan menurut testis menggunakan cara memotongnya menggunakan jarum miniyang tajam & dimasukkan ke cawan petri yang telah diisi menggunakan air kolam yang higienis. Setelah air dalam cawan sebagai keruh dan testis telah kosong, maka cairan testis dibiarkan selama 10 mnt pada suhu ruangan. Jika sperma aktif (dapat kita lihat dibawah mikroskop), maka kodok betina bertelur diurut perutnya agar telurnya keluar. Telur diusahakan jatuh di atas cairan sperma, kemudian digoyang-goyangkan dan biarkan selama beberapa mnt. Telur yg mengalami pembuahan akan mengalami rotasi.

Telur lalu ditetaskan & airnya diganti setiap hari dengan menjaga suhu dalam kisaran 24-27 derajat C dan pH air juga diamati. Pada sistem secara alamiah, digunakan hujan protesis buat merangsang proses perkawinan kodok, sebagaimana dijelaskan diatas. 

Pemeliharaan dilakukan pada setiap termin pertumbuhan kodok, Pertumbuhan dan kesehatan kodok terrgantung pada kuliner & kecocokan tempat tinggalnya. Kodok diberi makan 1 kali sehari, air pada kolam diganti & dibersihkan seminggu sekali.

Sanitasi & Tindakan Preventif