free invisible hit counter

Cara Budidaya Seledri Supaya Subur » Yuderpedia

Tanaman seledri menempati loka yang krusial di antara tumbuhan rempah-rempah. Karena minyak atsiri yang pada temukan dalam daun dan bijinya, itu menciptakan makanan enak & aromatik. Di indonesia hampir setiap wilayah membudidayakan tanamanseledri ini. Karena taraf kebutuhan masyarakat yang tinggi akan tanamanyang satu iniSeluruh helaian atau batang seledri di pakai buat memberi rasa dalam makanan. Seledri banyak pada gunakan pada minyak penyedap, coklat, permen, makanan tertutup, sup dll.

Daun dan batangnya yg lembut sangat membantu dalam menciptakan salad dan membumbui sayuran & sup. Jika petani membudidayakannya dengan teknologi yg ilmiah, maka akan bisa memperoleh panen yang baik. Pada artikel ini akan di sebutkan fakta lengkap mengenai cara budidaya seledri taraf lanjut. iklim yg cocok buat Budidaya Seledri

Cuaca kering & sejuk sangat mendukung buat budidaya seledri agar mendapatkan hasil panen yg baik. Suhu 25 hingga 26 derajat Celcius baik buat proses perkecambahan biji. seledri menjadi tanamanberiklim sedang, cuaca bebas es di perlukan dalam termin pembungaan dan pembentukan biji-bijian. seledri memiliki poly kerusakan lantaran embun beku. Untuk menghasilkan minyak biji seledri yg berkualitas tinggi pada perlukan iklim dingin, sinar matahari yang relatif buat ketika yang lamadi dataran tinggi. pemilihan huma buat Budidaya Seledri

Tanah lempung yg baik dengan drainase yang baik paling cocok buat tumbuhan seledri. tanah yg berat hitam cocok buat tumbuhan yg tidak beririgasi. seledri tidak mentolerir tanah basa & garam. Artinya, tanah lempung atau lempung berhumus dengan drainase yang baik & kesuburan yang cocok menggunakan nilai Nilai pH tanah wajib6,lima hingga 7,lima. Jumlah benih Budidaya Seledri

Kebutuhan benih 15 sampai 20 kg per hektar dalam syarat mempunyai bedengan & 25 hingga 30 kg per hektar dalam syarat tidak terdapat bedengan. perawatan benih Seledri

Untuk mencegah penyakit yg pada tularkan melalui tanah dan benih, obati benih dengan dosis Carbendazim + Thirum (dua,1) 3 gram per kg atau Carboxin 37,5 % + Thirum 37,lima persen tiga gr per kg + Trichoderma 5 gr per kg benih. Untuk mencegah penyakit tular benih, ada baiknya mengobati benih dengan Streptomisin 500 ppm. metode menanam Seledri

Menanam seledri pada baris menggunakan pot benih, menjaga jarak baris ke baris 30 cm dan jeda flora ke tanaman7 sampai 10 cm. Di tanah yg berat atau tanah yg kurang fertile, jarak baris harus pada jaga 40 cm. Menanam seledri dalam barisan lebih menguntungkan. Kedalaman benih pada tanah harus 2 hingga 4 cm. Menabur benih dalam kedalaman yang terlalu pada akan mengurangi perkecambahan. pupuk untuk Budidaya Seledri

Untuk menerima output seledri yang baik, 40 kg nitrogen, 30 kg Sfur, 20 kg kalium & 20 kg belerang per hektar menggunakan pupuk sangkar 20 ton per hektar dan 60 kg nitrogen buat tanamanirigasi, 40 kg buat flora non irigasi. Di tambah fosfor, 20 kg kalium & 20 kg belerang buat per hektar. Waktu dan metode pemupukan flora seledri

Dalam syarat tidak beririgasi, pupuk takaran penuh wajibpada berikan sebagai dasar. Dalam kondisi irigasi, setengah takaran Nitrogen & jumlah keseluruhan Fosfor, Kalium & Sulfat wajibpada berikan dalam saat terakhir membajak sebelum pada semai. Sisa 1/2 jumlah nitrogen harus pada berikan dalam bentuk penebaran dalam tumbuhan setelah penyiraman pertama.

Selalu berikan pupuk kandang di bawah benih, jangan menabur dengan mencampurkan pupuk sangkar dan benih. Pada tanamanseledri, penggunaan kultur Agentobacter dan PSB sebanyak lima kg per hektar yang pada campur dengan 50 kg kotoran sapi sangat bermanfaat sebelum pada semai. manajemen irigasi Budidaya Seledri

Pada seledri, pengairan pertama sehabis 30 sampai 35 hari (termin pembentukan daun), pengairan ke 2 setelah 50 hingga 60 hari (termin percabangan), pengairan ketiga sesudah 70 sampai 80 hari (tahap pembungaan) dan pengairan keempat selesainya 90 hingga 100 hari. termin pembentukan benih) wajibdi lakukan. Di tanah yang ringan, irigasi kelima bermanfaat buat dilakukan setelah 105 sampai 110 hari (tahap pematangan gabah). manajemen gulma Budidaya Seledri

Masa kritis kompetisi gulma dalam flora seledri adalah 35 sampai 40 hari. apabila gulma tidak pada siangi selama periode ini, hasil seledri berkurang 40 sampai 45 persen. Jika gulma dalam tumbuhan seledri poly, pengendalian gulma bisa di lakukan menggunakan menyemprotkan Pendimethalin 30 EC 3 liter dalam 600 sampai 700 air per hektar selama 2 hari sesudah tanam. pengendalian hama Budidaya SeledriMahu / Chepa (Aphid) – Di seledri, terutama terdapat endemi serangga penghisap Mahu Chepa. Warna hijau belia serangga ini menghisap getah organ lunak misalnya batang, bunga dan biji tumbuhan.Kontrol Akseedemetan methyl Prevention 25 EC 1,5 ml per liter air atau Daymethiot 35 EC 2 ml per liter air atau Imidacloprid 17.8 E buat menyemprotkan 0,25 ml per liter air C penyakit dan pengendalian Budidaya SeledriUktha/Ugra (Layu)- Penyakit Uktha pada berikan merata oleh fungi Fusarium oxysporum dan Fusarium coriandri. Karena penyakit ini flora layu & mengering. KontrolLakukan pembajakan dalam di musim panas & lakukan rotasi tanamanyg tepat.Menabur benih pada minggu pertama sampai ke 2 bulan November.Sebelum pada semai, tabur benih menggunakan perlakuan Carbendazim 50 WP @ tiga gm per kg atau Trichoderma 5 gm per kg benih.Carbendazim 50 WP @ dua,0 g per liter air atau Hexaconazole 5 EC dua mililiter per liter air atau Metalaxyl 35 % dengan takaran 1 g per liter air atau Metalaxyl Mancozeb – 72 MZ dengan dosis 2 g per liter air apabila tanda-tanda urtikaria di amati. Strain / Pembengkakan Batang / Batang Pitica (Stem Gal) – Penyakit ini pada sebabkan sang fungi Protamyces macrosporus. Penyakit ini mengakibatkan kerusakan luas pada flora. Pembengkakan terjadi pada batang tanaman . Simpul terbentuk dalam batang, ranting berbunga dan bagian lainnya. Distorsi pula terjadi dalam biji. Kontrol Lakukan pembajakan dalam di musim panas dan lakukan rotasi tumbuhan yg sempurna.Menabur benih dalam minggu pertama hingga ke 2 bulan November.Sebelum disemai, tabur benih dengan perlakuan Carbendazim @ tiga gm per kg atau Trichoderma virdi 5 gm per kg benih.

Semprotkan Streptomisin 0,04% @ 0,4 gm/Liter air dengan interval 20 hari saat gejala penyakit diamati. Churnil Asita / Bhabhutia- Penyakit ini ditimbulkan sang jamur poligonal Erysiphi. Lantaran itu, pada termin awal penyakit butir, lapisan bubuk putih pada daun & cabang akan menumpuk. Daun menguning & mengering lantaran benturan yang hiperbola.

Kontrol- Lakukan pembajakan dalam di trend panas dan lakukan rotasi flora yg sempurna.Menabur benih dalam minggu pertama hingga kedua bulan November.Sebelum disemai, tabur benih menggunakan perlakuan Carbendazim @ tiga gm per kg atau Trichoderma virdi lima gm per kg benih.Buat larutan menggunakan kecepatan Carbendazim 2,0 ml per liter air atau Azoxystrobin 23 SC 1,0 g per liter air atau Hexaconazole lima EC 2,0 mililiter per liter air atau Metalaxyl Mancozeb- 72 MZ dua,0 g per liter air dalam interval 10 hingga 15 hari. Panen Seledri

Pemanenan tanamanharus dilakukan pada waktu yg tepat. Saat menekan biji seledri, sedang keras & daunnya menguning, waktu rona biji seledri berubah menurut hijau menjadi coklat terperinci atau kuning dan biji-bijian mempunyai kelembaban 18 persen, itu harus dipanen. Keterlambatan panen mengakibatkan kerusakan warna biji. Lantaran harga yg wajar tidak tersedia di pasar. Untuk mendapatkan kualitas output yg baik, 50 persen seledri Dodi harus dipanen saat berwarna hijau sampai coklat cerah. Penghasilan Budidaya seledri

Hasil seledri tergantung dalam varietas, demam isu & perawatan flora, dll. Tetapi apabila dibudidayakan dengan teknik ilmiah di atas, hasil 15 sampai 20 kwintal benih dan 100 hingga 125 kwintal daun dari tumbuhan irigasi & 7 hingga 9 kwintal output per irigasi panen. hektar diperoleh.