free invisible hit counter

Cara Kastrasi Pada Ternak Sapi, Domba & Kambing

Cara Melakukan Kastrasi Pada Ternak Sapi , Domba & Kambing

Teknik kastrasi mampu dilakukan menggunakan 2 cara, metode terbuka atau tertutup. Metode terbuka merupakan menggunakan operasi membedah scrotum buat mengangkat testis (organ pembuat sperma). Sedangkan metode tertutup dilakukan dengan jalan mengikat/memotong saluran sperma, contohnya menggunakan Burdizzo (tang penjepit) atau menggunakan cincin elastrator (cincin karet). Terkait info animal welfare, penerapan kastrasi harus dilihat menurut beberapa sudut pandang.

Jika tindakan kastrasi dipandang sebagai upaya birth control atau perencanaan populasi, maka tindakan kastrasi akan membawa beberapa imbas positif, pertama mutu sapi bakalan dapat terkontrol, karena keturunan hanya diperoleh menurut induk jantan yg berkualitas baik dan bukan sembarang pejantan. Kedua, populasi sapi sahih-sahih dapat dikontrol dan diubahsuaikan menggunakan daya dukung alam terutama persediaan pangan buat ternak itu sendiri, sehingga tidak terjadi ternak yang kelaparan. Dari sudut ekonomi, menghindarkan terjadinya over supply (suplai berlebih).

Kastrasi atau penggebirian merupakan keliru satu aspek krusial dalam tatalaksana ternak potong. Kastrasi adalah suatu tindakan yg sengaja dilakukan buat menghilangkan fungsi dari indera reproduksi menggunakan jalan mematikan sel kelamin jantan maupun betina sebagai akibatnya ternak bersangkutan tidak mampu membentuk keturunan. Kastrasi bisa dilakukan menggunakan jalan mengikat, mengoperasi ataupun memasukan bahan kimia ke pada organ tubuh eksklusif. Kastrasi nir dilakukan sang peternak Indonesia, Kastrasi lebih poly dilakukan pada peternakan luar negeri.

Manfaat yg disebabkan ketika melakukan Kastrasi diantaranya mengurangi porto produksi atau pemborosan porto yang nir diinginkan, mendapatan ternak yg bertempramen lebih jinak sebagai akibatnya memudahkan dalam menghandel ternak tadi. Ternak yg jinak lebih cenderung sedikit kegiatan geraknya sebagai akibatnya energinya bisa dihemat buat pembentukan daging. Kastrasi terbagi menjadi 2, yaitu Kastrasi terbuka & tertutup atau melalui pembedahan. Kastrasi tertutup biasanya dilakukan terhadap ternak yg memilki alat kelamin menggantung dan menjauh dari tubuh contohnya seperti dalam ternak kambing & sapi. Sedangkan Kastrasi terbuka umum dilakukan dalam ternak yang kelaminnya melekat atau dekat dengan tubuhnya contohnya ternak babi.

Kastrasi tertutup menggunakan tang burdizzo digunakan untuk menjepit leher secrotum (saluran tes-tes) pada ternak domba yang sudah dewasa. Dengan tujuan untuk menghambat saluran tes-tes dan akhirnya fungsi tes-tes semakin lamasemakin mengering cara ini nir menimbulkan luka dan pendarahan maka menurut itu kastrasi ini disebut dengan metode tertutup. Kastrasi dengan tang burdizzo dapat mengakibatkan kegagalan kalau cara penjepitannya kurang paripurna. Tujuan penjepitan diarahkan pada pada pemutusan hubungan penyediaan darah darah ke tes-tes dan pemutusan saluran mani dan tes-tes serta menjaga supaya dalam proses degenerasi secrotum tidak terjadi pembusukan. Penjepitan dilakukan 2 kali : yang pertama dilakukan dalam saluran mani / leher secrotum yang kiri selama kurang menurut 15 mnt dan yang ke 2 dalam saluran secrotum / leher secrotum yg kanan menggunakan lamapenjepitan selama 15 mnt. Supaya tidak terjadi kerusakan dalam secrotum maka penjepitan harus diberi jeda antara tes-tes sebelah kanan & kirinya. Pelaksaan penjepitan supaya miring, maksudnya supaya terdapat saluran / hubungan pengaliran udara dalam secrotum lewat kulit secrotum.

Praktek terbaik waktu aplikasi Kastrasi, pelaksanaan kastrasi ini dilakukan dalam ternak yg berumur 2-4 bulan. Untuk melihat hsil akhir pelaksaan kastrasi, kita dapatmelihatnya pada bulan berikutnya. Jika secrotum yg dijepit itu tetep tumbuh akbar maka kastrasi tersebut dikatakan gagal sedangkan apabila secrotum itu mengecil dan hilang sama sekali itu berarti kastrasi kita berhasil. Elastrator merupakan alat untuk merentangkan karet elastrator (berbentuk cincin / semacam gelang). Sehingga karet tersebut dengan gampang bisa dipasang diatas bagian secrotum, mengelilingi & mengikat leher secrotum. Dengan cara ini saluran tes-tes & saluran darah yg menuju kearah secrotum terputus.Cara kastrasi menggunakan karet ini paling gampang buat dilakuan dan hasilnya sangat memuaskan. Bekas kastrasi ini halus dan rata dalam dinding perut.

Dalam kondisi atau suasana pada wilayah pedesaan, aplikasi Kastrasi terkadang tidak mengikuti mekanisme atau sejalan dengan baku operasional kesehatan yg diinginkan. Misalnya, bila tidak tersedia alat pangkas atau indera bedah, maka masyarakat menggunakan bambu yang diruncingkan buat memudahkan petrnak melakukan pembedahan atau mutilasi. Kastrasi akan menguntungkan pada peternakan sistem ektensif atau ranch, dengan persediaan kuliner yg kurang baik.

Langkah-langkah Operasi Kastrasi Pada Hewan Ternak

Hewan ternak dianastesi menggunakan terlebih dahulu menyuntikkan atropin sulfat secara subkutan sesuai dosisnya. Tunggu selama 10-15 mnt buat menunggu onset kerja obat tersebut. Jika sudah terdapat pengaruhnya, hewan ternak akan tampak lebih tenang & mukosa ekspresi tampak mengering, lalu suntikkan campuran xylazin dan ketamin secara intramuskuler sinkron takaran.

Setelah teranastesi, ternak disiapkan pada atas meja operasi dengan posisi rebah dorsal & buat mempertahankan posisi tadi keempat kakinya difiksasi dalam meja operasi. Daerah operasi diolesi antiseptik secara sirkuler dari bagian sentral ke perifer. Irisan dalam kulit sempurna di sebelah median diantara testis kanan dan kiri sepanjang tiga-4 centimeter. Testis kanan dan kiri akan terpisahkan sang irisan dalam raphe scroti. Selanjutnya iris tunika vaginalis hingga testis kelihatan & testis dikeluarkan. Ligasi funiculus spermaticus yg terdiri atas vas deferens, pembuluh darah dan syaraf ke arah distal. Kemudian potong hasil ligasi ke arah testis. Testis diangkat dan dimuntahkan. Lakukan hal yang sama pada testis satunya.

Tetesi Penstrep cair secukupnya dan ditutupi menggunakan jahitan sederhana menerus dengan benang catgut plain pada jaringan subkutan & kulit dijahit menggunakan jahitan sederhana tunggal memakai benang katun & lalu olesi menggunakan Iodium tincture diikuti menggunakan salep bioplacenton.