free invisible hit counter

Cara Mudah Budidaya Terong Dalam Polibag

      Siapa tidak kenal terong, keliru satu sayuran butir yang biasa diolah menjadi sajian makanan seperti terong goreng, terong balado & lain-lai yang mempunyai manfaat yg baik buat kesehatan. Terong bermanfaat menjaga gula darah, memberikan nutrisi dalam otak, menjaga kesehatan kulit & bisa menurunkan berat badan. Selain mempunyai manfaat yg relatif banyak, terong juga memiliki nilai jual yang relatif tinggi sebagai akibatnya menguntungkan bila dibudidayakan.

      Budidaya terong tidaklah sulit, bisa dilakukan baik pada lahan luas juga lahan yg sempit. Bagi masyarakat yang nir mempunyai huma yg luas bisa melakukan penanaman terong pada pekarangan tempat tinggaldengan menggunakan polybag. Mengapa dengan polybag? Ada beberapa kelebihan menurut memakai polybag ini. Salah satunya adalah murah & sangat menghemat loka, selain itu lebih mudah pada mengontrol perkembangan & melakukan pemeliharaan. Budidaya terong dalam polybag tidaklah sulit, berasal pemeliharaan dilakukan dengan intensif, tanamanbisa tumbuh & berproduksi menggunakan baik. Selama ini pekarangan tempat tinggalyg mencakup depan, belakang & samping rumah dibiarkan dan belum poly dimanfaatkan. Dengan melakukan budidaya sayuran, galat satunya terong, selain bisa dikonsumsi sendiri & membantu mengurangi pengeluaran famili, juga bisa dijual sebagai akibatnya diperoleh nilai tambah.

Budidaya Terong Dalam Polibag

         Gunakan varietas unggul bermutu buat memperoleh hasil yang optimal. Kementerian Pertanian sudah melepas varietas unggul baru yg dianjurkan buat dibudidayakan seperti terong panjang Hibrida varietas Ratih Ungu, Terong Hibrioda varietas Violet, Terong Hibroida Varietas Ratih Hijau-2, Terong Hibrida Varietas Prince, Orlando Green, San Siro, Ungu 05, Hijau 06, Kenari, Milano dan SM 211, Antaboga-1

     Penyemaian benih terong dapat dilakukan pada pot tray atau polybag miniukuran 15×15 cm atau di pada tempat persemaian. Siapkan media semai terong terdiri berdasarkan tanah & pupuk organik dengan perbandingan dua:1 dan sekam agar tanah menjadi gembur. Setelah itu tambahkan media semai tapi ke dalam pot tray atau polybag mini1 biji/lubang. apabila disemai pada bak persemaian, maka atur jarak semaian minimal 1 centimeter supaya akar tumbuhan nir saling melilit. Setiap pagi & sore hari, percikan air ke persemaian agar tanah selalu pada keadaan lembab, sehingga memicu pertumbuhan benih.

     Setelah bibit berumur 20 – 30 hari atau telah memiliki tiga helai daun sempurna, maka pindahkan bibit ke dalam polybag yg berukuran 40 x 40 centimeter atau 40 x 50 cm yang sudah diberi media tanam berupa tanah dan pupuk organik & sekam 2 : 1 : 1  dengan membuat lubang sedalam 5 hingga 10 cm. Pindahkan bibit secara hati-hati agar akar nir putus & kemudian padatkan tanah disekitar lubang tanam

          Pemeliharaan berperan krusial pada keberhasilan budidaya terong pada polybag. Pemeliharaan yang dilakukan mencakup :

Penyiraman dilakukan setiap hari pada padi & sore hari

Buang tunas-tunas yang berada dalam ketiak daun dan membiarkan tunas ke empat & seterusnya lantaran tunas ini nir akan  menghasikan tetapi merugikan lantaran beliau akan bersaing menggunakan tanamanutama untuk mengambil unsur hara.

Bersihkan gulma-gulma yg tumbuh di kurang lebih tanamandi pada polybag

Pengendalian organisme pengganggu flora bisa dilakukan secara manual menggunakan membuang daun yg terserang. Selain itu bisa menggunakan bahan organik, galat satunya bawang putih buat mengendalikan kutu kebul, semut, kutu daun. Caranya, ambil satu suing bawang putih, dipotong kecil-kecil lalu masukkan kedalam 200 ml air, pisahkan selama 10 – 15 mnt kemudian sanggup pribadi disemprotkan dalam tanamansampai tumbuhan tersebut basah. Lakukan penyemprotan 1 – dua kali pada seminggu

Pemupukan usahakan memakai pupuk organic, sebagai akibatnya kondusif buat dikonsumsi

Agar tanamantidak roboh, usahakan tanamandiberi ajir menurut bambu atau kayu menggunakan tinggi 100 cm & lebar tiga-4 centimeter.

          Panen bisa dilakukan dalam umur 50 – 60 hari sesudah tanam (HST) & dengan intyreval 3 – 7 hari sekali . Terong dapat berproduksi  umur lima – 6 bulan. Petik buah dengan karakteristik-ciri rona butir cerah dan mengkilat dengan cara memotong tangkai butir dua centimeter dari pangkal batang dengan memakai pisau atau gunting. Sebaiknya panen dilakukan pada pagi atau sore hari.

Direktorat Budidaya Sayuran dan Biofarmaka, 2009. Pedoman Umum Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Terung.  ISBN 978-602-8591-05-8

Dwi A., 2016. Budidaya Terong Dalam Polibag Dengan output Melimpah. https://kabartani.com/budidaya-terong-pada-polybag-dengan-output-yg-melimpah.html

 Penyusun : Ir. Sari Nurita, Penyuluh BPTP Kalbar