free invisible hit counter

Cara Pemasaran

Transaksi dengan pembeli/pengepul

Untuk ayam yg dijual dalam keadaan masih hayati, cara pemasarannya sebenarnya tidaklah sukar. Sebagian akbar peternak ayam broiler umumnya sudah memiliki koneksi menggunakan pembeli atau pengepul yg akan mendatangi pribadi peternakan setiap kali masa panen, & dalam jumlah yg telah dipengaruhi. Pemasaran misalnya inilah yg paling banayak dilakukan peternak ayam, & dikenal menggunakan sistem jalur tunggal. Maksudnya, peternak hanyalah bertugas memproduksi atau membentuk ayam yang nantinya akan dijual pada pengepul atau distributor tadi.

Hanya saja, menggunakan sistem pemasaran seperti ini maka harga yg diterima oleh peternak kentara akan pada bawah harga eceran pasar, mulai menurut 10% sampai lebih kurang 25%. Selain itu, Penghasilan atau keuntungan peternak sangat tergantung dari harga beli yang ditawarkan oleh pengepul ini. Namun, nilai lebihnya bila pengepul tersebut sudah sebagai rekanan usaha merupakan peternak sanggup mengukur kemampuan dalam berproduksi dan mampu memilih total jumlah produksi yang akan dijalankan sinkron permintaan pengepul/distributor (misal pada satuan kg atau ton) yang dalam termin selanjutnya akan dikonversikan dalam satuan ekor. Untuk menjalin koneksi dengan pengepul ini, bagi peternak pemula yang baru menjalankan usaha, mereka cukup mencari memahami alamat atau nama pembeli dari sesama peternak ayam broiler.Menjual langsung ke loka pemotongan ayam

Sebagian minipeternak pula terdapat yang menjalin koneksi eksklusif menggunakan loka pemotongan ayam, yg setiap harinya akan memotong ayam dalam jumlah eksklusif sesuai permintaan pelanggan atau konsumen mereka. Hanya saja, pemasaran misalnya ini cuma mampu dilakukan sang peternakan ayam skala kecil menggunakan jumlah produksi yg terbatas atau sedikit. Untuk peternakan ayam broiler skala menengah ke atas, sistem pemasaran seperti ini justru nir efektif, akan  Mengganggu kinerja juga produktivitas peternak itu sendiriMenjual ayam yang sudah dipotong/siap diolah

Selain menjual ayam pada syarat hidup pada pengepul atau distributor, sebagian peternak juga menjualnya dalam bentuk ayam siap diolah atau siap dimasak. jadi, mereka memotong sendiri ayam yg telah dipanen, mencabuti bulu, membersihkan berdasarkan kotoran, dan menyajikannya dalam bungkus ayam siap dimasak. Dengan cara ini, peternak sanggup memasarkanya mulai menurut pedagang pengepul sampai ke pengecer akhir atau bahkan konsumen akhir daging ayam itu sendiri. Jadi, alternatif konsumennya akan lebih poly, bergantung pada kemampuan pada memasarkannya. Hanya saja, buat memasarkan ayam daging dalam kemasan siap dimasak ini peternak harus mempunyai SDM atau energi kerja spesifik buat mengelola ayam, mulai berdasarkan masih hayati hingga siap untuk dimasak. Selain itu jua diperlukan berbagai peralatan & properti tambahan, mulai berdasarkan indera pemotong & pengolah, ruangan spesifik, hingga plastik bungkus.