free invisible hit counter

Cara Pengendalian Kesehatan Ternak Sapi Potong

Peternakan sapi pangkas adalah galat satupotensi yang sangat menjanjikan. Dilihat dari tersedianya pakan hijau yang adadi indonesia sebagai pemacu keberhasilan dalam mengelola ternak sapi pangkas.Ternak sapi pangkas, semenjak dulu telah dikenal banyak orang. Tetapi masih sedikitmasyararakat yg benar-benar menjadikan sapi pangkas menjadi huma usaha ataubisnis,melainkan masyarakat beternak sapi pangkas menjadi barang simpanan saja.

Keberhasilan pada mengelola ternak sapipotong selain dalam hal hadiah pakan & nutrisi,perkandangn,lingkungan yangcocok, pengendalian kesehatan ternak sapi pangkas jua sangat perludiperhatikan. Mencegah penyakit menular maupun nir menular pada sapi potongjuga perlu diperkuat, karena jika sudah terkena penyakit akan sebagai perkara.Terutama dalam pemnambahan porto yang harus dikeluarkan selain itu bisamengurangi kualitas sapi pangkas.

jikapeternak selalu menjaga ternaknya dalam kondisi yang sehat maka produksinya punakan optimal & apabila sebaliknya peternak tidak menjaga ternaknyaproduktifitasnya akan menurun akibatnya terjadi kerugian dalam peternak. Untukitu betul –benardi jaga & diperhatikan perkara perkara kesehatan ternak,buat ternak tetap sehat,nyaman & tetap sanggup beraktivitas memakan pakan dengankeadaan normal.

Bagaimanakarakteristik atau ciri ternak sapi potong yg sehat & sakit ?

Apasaja faktor penyebab penyakit pada ternak sapi pangkas ?

Bagaimanacara mencegah agresi dan penularan penyakit pada ternak sapi pangkas ?

BagaimanaPengendalian terhadap penyakit ternak sapi pangkas?

Untukmengetahui ciri atau karakteristik ternak sapi potong yang sehat & sakit

Untukmengetahui faktor penyebab penyakit pada ternak sapi potong

Untukmengetahui cara mencegah agresi & penularan penyakit dalam ternak sapipotong

Untukmengetahui cara pengendalian penyakit pada ternak sapi potong

            Kesehatanternak merupakan suatu kondisi atau keadaan ternak yg dimana seluruh sel yangmesnyusunya dan cairan atau hormon yang melakukan fungsinya secara normal tanpahambatan atau gangguan. Pengendalian kesehatan ternak berartimenjaga,memelihara dan mencegah terjadinya gangguan fungsi tubuh ternak agartetap normal dan mampu melakukan aktivitas tubuh sebagai akibatnya sanggup tetap menjagakualitas & kuantitas pruduktivitasnya. Penegndalin kesehatan ternak sama sajadengan menjaga ternak agar terhindar menurut berbagai penyakit, baik yangdiakibatkan sang bakteri lantaran lingkungan atau perkandangan kotor,virus maupunmikroorganisme lainnya.

            Pengendaliankesehatan terhadap ternak sapi pangkas perlu diperhatikan, mengingat betapabesarnya dampak yang akan terjadi bila ternak sapi pangkas telah terkenapenyakit. Selain bertambahnya pengeluaran biaya,akan mensugesti kualitasdagingnya.

dua.1.Karakteristik Ternak Sehat & Sakit

       Adabeberapa indikasi atau karakteristik yg membuktikan bahwa sapi potong itu sakit atausehat. Jika sudah mengetahui indikasi-indikasi sapi pangkas sakit kita sanggup segeramengambil tindakn selanjutnya.

dua.1.1. Karakteristik ternak sapi pangkas sehat

       Untuk ternak sapi potong dalam kondisisehat akan terlihat ciri & tingkah laris sebagi berikut :

Minumteratur ( umumnya 8 kali sehari )  

Pergerakan nir kaku (pendengaran seringkali digerakan,kaki bertenaga dan mulut basah )

 Keadaan mata, selaput lendir dan warna kulit normal

 Pengeluaranfeses dan urin tidak sulit menggunakan rona dan konsistensinya normal.

 Tidak terdapatgangguan dalam bernafas, denyut nadi dan suhu tubuh (suhu rektal berkisarantara 38,0 – 39,30C dengan homogen-homogen 38,60C)

dua.1.dua.Karakteristika Ternak Sapi Potong Sakit

       Karakteristik yang memberikan pertanda bahwa ternak sapi pangkas sakit dan ciri-cirinya dapat diamati, antara lain :

Terjadinyapengeluaran lendir atau cairan yang nir normal berdasarkan mulut, hidung & mata.

Mata terlihat suram,cekung,mengantuk & telingaterkulai

   Menurunnyakonsumsi pakan (Nafsu makan berkurang ) atau airminum, bahkan sama sekali tidak mau makan.

Kotoran sedikit ,mungkin saja terkena diare ataukering dan keras.

 Terjadinya kelainan postur tubuh, sulit berdiri, berjalan atau berkiprah.

 Gelisah yang hiperbola, batuk atau bersin, diare, feses atau urinberlendir atau berdarah.

 Abnormalnya suhu tubuh, denyut nadi & pernafasan.

Bobot badanmenurun danberjalan sempoyongan.

Kulit tidak elastis,verbal & hidung kemarau.

2.2. FaktorPenyebab Penyakit Ternak

       Terdapat beberapa faktor penyebab yangmenimbulkan penyakit pada ternak sapi pangkas,selain disebabkan oleh faktorgenetik diantarnnya :

dua.dua.1.Faktor lingkunagn yg kotor

       Lingkungan yang kotor menjadi keliru satufaktor yg memacu timbulnya banyak sekali penyakit. Salah satu contohnya kandangyang dibiarkan kotor atau tidak dibersihkan. Kebersihan lingkungan kandangmenjadi tanggung jawab peternak dan kewajiban peternak. Lingkungan sangkar yangkotor menciptakan mikroorganisme yg bersifat parasit atau patogen berkembang biakdan akan berpengaruh pada kehidupan ternak sapi potong.

       Selain faktor lingkungan yang kotor,ternak sapi potong bisa sakit disebabkan sang mikroorganisme. Kadang-kadangkeadaan lingkungannya bersih mikroorgnisme jua bisa datang menyerang karenaterbawa oleh angin menurut tempat lain.Mikroorganisme ini terdiri dari bakteri, virus, protozoa dan kapang yang semuanya dapatmenimbulkan penyakit infeksi dalam sapi. Penggunaan desinfektan, perlakuanpemanasan dan pengeringan cukup efektif buat membunuh beberapa spesiesbakteri. Membersihkan kotoran ternak yang lebih seringkali dan membersihkan danmendesinfektan peralatan atau fasilitas & sanitasi lainnya akan mencegahbeberapa penyakit bakteri. Vaksinasi sangat krusial dilakukan buat mencegahpenyakit yg ditimbulkan oleh spora bakteri. Pemberian antibiotik danobat-obatan lain efektif buat mengobati ternak yg terkena penyakit akibatbakteri.

Virus merupakan mikroorganisme yang paling kecil & sanggup menyebabkanpanyakit dalam ternak. Virus tidak dapat ditinjau menggunakan mikroskop biasa. Virusdapat menular dalam sel hayati yang lain serta tumbuh & berkembang biak.Penyebaran virus sangat cepat sebagai akibatnya penyakit yang ditimbulkan sang virusmudah menular dalam ternak yg lain.Misalnya penyakit Maliganant Catarrhal Fever (MCF)

Parasit merupakan organisme yg hidupnya bergantung dalam organisme lain.Parasit merupakan penyebab penyakit yang paling luas pada ternak. Sebagian besarternak pernah terinfeksi sang satu atau beberapa parasit, misalnya parasitinternal (cacing), parasit eksternal (kutu, caplak, tengu/mites) ataukedua-duanya selama ternak hidup. Pemeriksaan rutin dalam ternak perlu dilakukandan segera diberi insektisida yg sinkron (buat parasit eksternal) sertaadanya acara sanitasi yg baik buat membantu mencegah masalah parasit ini.

       Luka, lebam, keseleo, patah tulang & kecelakaan lain dapat berakibatbesar dalam holistik kesehatan dan produktivitas ternak. Luka kecilseringkali sebagai masalah serius jika terjadi infeksi penyakit dan keseleoakan Mengganggu gerakan ternak buat mendapatkan pakan. Ternak yg tidak cukupmendapat pakan, ADG, efisiensi pakan & produksinya akan menurun.

dua.dua.4.Faktor Pakan atau Nutrisi

Masalah kesehatan sapi jua bisa disebabkan oleh nir cukupnya nutrisiyang masuk ke dalam tubuh ternak. Ternak nir akan tumbuh aporisma apabila pakankurang baik atau kurang menerima nutrisi seperti protein, KH, LK, vitamin,mineral & air yang tidak seimbang. Tidak cukupnya nutrisi bisa mengakibatkanpenyakit seperti grass tetany, milk fever, ketosis, white muscle dissease.Selain itu pakan yang kurang akan menyebabkan perkara parasit, gangguanpencernaan, kegagalan reproduksi dan penurunan produks 

2.3. Mencegahan Serangan danPenularan Penyakit

Walaupun Indonesia sampai ketika ini masih dinyatakan terbebas berdasarkan berbagaipenyakit menular yg bersifat zoonosis (mampu menular dalam manusia) sepertipenyakit PMKdan antharaks namun permanen wajibmelakukanberbagai upaya pencegahan, antara lain :

dua.3.1  Menggunakan sangkar karantina

      Tujuan menurut karantina ini merupakan buat memastikan ternak yang barudatang berdasarkan luar wilayah peternakan terbebas menurut penyakit. Kandangkarantina wajib  terletak jauh menurut lokasi perkandangan ternakpejantan yang lain, hal ini bertujuan buat menghindari penularan penyakitoleh ternak yg baru di datangkan.