free invisible hit counter

Cara Ternak Sapi

Usaha Penggemukan Sapi Potong

Mas Giyat lagi ngasih makan sapi

Laju pertambahan penduduk yg terus semakin tinggi menuntut ketersediaan akan daging yg terus semakin tinggi juga. Sehubungan dengan hal tadi, ternak sapi khususnya sapi pangkas merupakn salahsatu asal daya pembuat bahan makanan berupa daging yg mempunyai nilai ekonomi tinggi & penting adalah pada pada kehidupan rakyat. Sebab sektor atau kelompopk ternak sapi sanggup membentuk aneka macam macam kebutuhan, terutama sebagai bahan makanan berupa daging, disamping output ikutan lainnya seperti pupuk sangkar, kulit, tulang dan lain sebagainya. Daging sangat besarmanfaatnya bagi pemenuhan gizi berupa protein hewani.

Sapi sebgai galat satu fauna pemakan rumput sangat berperan menjadi pengumpul bahan bergizi rendah yg dirubah sebagai bahan bergizi tinggi, lalu diteruskan kepada manusia dalam bentuk daging. Daging buat pemenuhan gizi mulai semakin tinggi dengan adanya istilah ”Balita” dan terangkatnya peranan gizi terhadap kualitas generasi penerus.

Jadi buat pemenuhan kebutuhan protein hewani menurut daging ini kita khhususnya peternak perlu meningkatkan [roduksi daging. Perkembangan bisnis penggemukan sapi didorong sang permintaan daging yang terus menerus semakin tinggi berdasarkan tahun ke tahun.

Sapi-sapi lokal yg terdapat pada Propinsi Banten kesemuanya bisa digunakan buat usaha penggemukan. Akan tetapi tidaklah seluruh jenis sapi itu memiliki prospek yg sama buat digemukkan. Ada beberapa indikator yang bisa digunakan buat menentukan jenis sapi yang lebih prospektif buat digemukkan.

Indikator-indikator tadi merupakan :

v Jumlah pertambahan populasi setiap tahun

Jenis-jenis sapi potong yg biasa dipelihara merupakan : sapi Bali, sapi Madura, sapi Ongole, sapi Peranakan ongole, sapi Charolois, sapi Hereford, sapi Brangus dan lain-lain.dipelihara masyarakat

III. PEMELIHARAAN DAN UKURAN KANDANG

Dibandingkan menggunakan kandang sapi milik petani pada Eropa, maka sangkar sapi petani-petani di Propinsi Banten walaupun hanya terdiri menurut tiang bambu, atap rumbia & lantai yang dipadatkan, namun relatif baik. Ini disebabkan karena petani pada Propinsi Banten hanya memilik sapi antara 3-4 ekor, dimana sapi-sapi tersebut hanya dalam malam hari saja dipelihara dalam sangkar, sedang pada siang hari ternak diikat di laman tempat tinggalkarena nir dikerjakan atau digembalakan.

Setiap pagi bilamana sapi telah dikeluarkan, maka kotoran pada kandang dibersihkan beserta-sama sisa makanan diangkut & dimasukkan ke dalam lubang yg sudah disediakan, untuk lalu dijadikan pupuk, sedang bekas-bekas urine disiram dengan abu dari barah unggun. Tentang tempat kuliner buat ternak petani di Propinsi Banten tidak membutuhkan perlengkapan, sang lantaran makanan yg diberikan adalah rumput, daun-daunan & jerami, nir pernah dan sporadis sekali diberikan makanan konsetrat, kecuali sapi-sapi yg digemukkan. Makanan relatif diletakkan pada tanah, bila perlu dibatasi menggunakan palang-palang berdasarkan bambu atau kayu.

Kandang buat sapi pangkas hendaknya dibentuk dari bahan-bahan yg murah akan tetapi kuat, keadaannya wajibterperinci & pertukaran udara bebas. Atap menurut genting/rumbia/ilalang. Lantai usahakan disemen atau sekurang-kurangnya tanah dipadatkan.

Sapi-sapi petani pada Propinsi Banten diberi makan rumput, daun-daunan atau jerami. Umumnnya secara kualitas juga kuantitas makanan sapi-sapi itu relatif baik. Ini bisa dicermati berdasarkan keadaan sapi-sapinya yang cukup segar, gemuk & kesehatan baik.

Jika dicermati perli petani pada Propinsi Banten menyediakan kuliner buat demam isu kering. Biasanya petani menyimpan jerami, penyimpanan kuliner ini tidak perlu banyak karena ternak yang dipelihara hanya sebesar 3-4 ekor.

Pakan buat sapi potong bisa dikelompokkan menjadi :

Hijauan yang berkualitas baik (rumput unggul atau campuran rumput dengan hijauan kacang-kacangan) umumnya telah dapat memenuhi kebutuhan hayati utama, pertunbuhan & reproduksi yang normal sehingga dalam pemeliharaan sapi dianjurkan lebih poly memakai hijauan (85-100%), jika hijauan poly tersedia, pemberiankonsentrat hanya dianjurkan buat keadaan tertentu saja seperti saat sulit hijauan (pada ekspresi dominan kemarau) atau untuk penggemukkan.

v Rumput gajah (Pennisetum purpureum)

v Rumput benggala (Panicum maximum)

v Rumput bede (Brachiaria decumbens)

v Lamtorogun(Leucaena leucocepala)

Contoh hijauan limbah pertanian :

Contoh : vitamin, mineral & urea

Secara umum makanan buat seekor sapi setiap hari menjadi berikut :

– Hijauan :35-47 kg atau bervariasi menurut berat & akbar badan

– Makanan tambahan : 30-50 gram

Salah satu unsur perawatan yang pula nir boleh diabaikan adalaj penjagaan kesehatan termasuk jua pencegahan masuknya penyakit ke peternakan.

Berbagai jenis penyakit dalam sapi yang sering berjangkit baik yg menular ataupun yang tidak menular. Penyakit menular yg terjangkit pada umumnya menimbulkan kerugian akbar bagi peternak dari tahun ke tahun ribuan ternak sapi sebagai korban penyakit radang limpa (Anthrax), ribuan ternak sapi lainnya lalu terkena agresi penyakit verbal dan kuku, serta penyakit surra.

Beberapa jenis penyakit yang acapkali terjadi pada sapi pangkas adalah :

e. Penyakit Bruccellosis (keguguran menular)

Pada usaha ternak sapi potong yang sistem produksinya buat menghasilkan anak-anak sapi yang hampir sama umurnya dalam jumlah yang akbar buat dijual sebagai anak sapi (Feeder Cattle), maka perkawinannya dilakukan secara musiman

Sapi potong mulai dewasa kelamin yaitu bila mulai timbul oestrus (indikasi-indikasi birahi, bronst). Pada umur 8-12 bulan, tergantung pada bangsa-bangsa, kuliner, dan lingkungannya.

Cara perkawinan pada sapi potong bisa dilakukan menggunakan pengaturan & pengawasan sepenuhnya ooleh insan yang disebut cara ”Hand Mating” yaitu pemeliharaan jantan & betina dipisah & jika ada betina yang bronst, diambilkan pejantanya supaya mengawininya atau dilakukan perkawinan protesis atau menggunakan cara perkawinan bebas pada padang rumput. Dimana sapi-sapi jantan dan betina yg telah dewasa pada trend perkawinan dilepas beserta-sama, bila terdapat sapi-sapi betina yg bronst tanpa campur tangan si pemilik akan terjadi perkawinan.

Cara perkawinan inilah yang lazim dilakukan pada usaha sapi potong dimana perkawinan biasabya dilakukan secara musiman.

Beragamnya jenis produk olahan ternak dengan nilai tambah yang tinggi menaruh kesempatan kepada masyarakat pada Propinsi Banten buat menentukan berbagai alternatif. Jenis olahan dikembangkan sinkron dengan karakteristik dan minat warga . Dibandingkan dengan produk olahan mempunyai daya tahan yg lebih usang sebagai akibatnya dapat mengurangi resiko dampak perubahan harga. Selain itu, pada upaya turut menjaga kelestarian lingkungan, pengolahan produk sampingan seperti kulit, tulang dan darah bisa mengurangi resiko pencemaran lingkungan.

Penanganan yg cermat & teliti sangat dibutuhkan dalam proses produksi buat membuat pruduk olahan sesuia dengan baku yang sngat erat kaitannya dengan mutu dan kesehatan produk yg didapatkan. Hal ini menjadi kendala utama dalam memperkenalkan teknologi pengolahandi daerah pedesaan, karena pengembangan agribisnin dan agroindustri peternakan & output ikutannya belum berkembang menggunakan optimal di Propinsi Banten.

Hasil menurut olahan ternak sapi potong diantaranya adalah :

a. daging sanggup diolah sebagi dendeng, daging asap, sosis, bakso,abon, corned.

b. kulit mampu diolah sebagi bahan buat pembuatan tas, sepatu, ikat pinggang.

Didalam pemasaran output sebaiknya dikoordinasikan oleh grup tani atau ternak KUD. Agar biayayg dikeluarkan tidak terlalu poly lantaran mampu ditanggung beserta-sama.

Pemasaran output sapi pangkas selain dipasarkan menjadi sapi potong berupa produk daging, jua sering dijual pada keadaan hidup dan usahakan memilih baku harga per kilogram berat hayati.

Hasil panen ternak sapi pangkas dapat berupa daging & kulit dan hasil sampingnya berupa pupuk tau gas bio.

BUDIDAYA TERNAK SAPI POTONG( Bos sp. )